Hadits Shahih Muslim No. 1907 | Puasa Asyura`
Hadits Shahih Muslim No. 1907 | Kitab Puasa
صحيح مسلم ١٩٠٧: و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ دَخَلَ الْأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ عَلَى ابْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ يَأْكُلُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَقَالَ قَدْ كَانَ يُصَامُ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ رَمَضَانُ فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ تُرِكَ فَإِنْ كُنْتَ مُفْطِرًا فَاطْعَمْ
Shahih Muslim 1907: Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Isra’il dari Manshur dari Ibrahim dari Alqamah ia berkata: Al Asy’ats bin Qais menemui Abdullah bin Mas’ud yang saat itu sedang makan di hari ‘Asyura. Kemudian Al Asy'ats pun berkata: "Wahai Abu Abdurrahman, sesungguhnya hari ini adalah hari 'Asyura." Maka Ibnu Mas’ud berkata: “Dulu sebelum diturunkannya kewajiban puasa Ramadlan, kaum muslimin memang berpuasa di hari ‘Asyura, namun ketika puasa Ramadlan diwajibkan, maka puasa hari 'Asyura pun ditinggalkan. Maka jika kamu ingin berbuka, berbukalah.”