Hadits Shahih Muslim No. 2014 | Apa yang dibolehkan bagi yang ihram untuk haji dan umrah dan apa yang tidak dibolehkan
Hadits Shahih Muslim No. 2014 | Kitab Haji
صحيح مسلم ٢٠١٤: و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَلْبَسَ الْمُحْرِمُ ثَوْبًا مَصْبُوغًا بِزَعْفَرَانٍ أَوْ وَرْسٍ وَقَالَ مَنْ لَمْ يَجِدْ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ
Shahih Muslim 2014: Dan Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata: saya telah membacakan kepada Malik dari [Abdullah bin Dinar](https://biografi.lilmuslimin.com/abdullah-bin-dinar-maula-ibnu-umar ““Abdullah bin Dinar, maula Ibnu ‘Umar””) dar [Ibnu Umar](https://biografi.lilmuslimin.com/abdullah-bin-dinar-maula-ibnu-umar ““Abdullah bin Dinar, maula Ibnu ‘Umar””) radliallahu ‘anhuma bahwa ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang Muhrim (yang melakukan Ihram) untuk mengenakan pakaian yang telah dicelupkan dengan Za’faran atau Wars. Dan beliau bersabda: “Siapa yang tidak mempunyai terompah, maka ia boleh memakai sepatu, tetapi hendaklah ia memendekkannya hingga di bawah mata kaki.”