Hadits Shahih Muslim No. 2520 | Larangan menikahi wanita dengan mempoligami bibinya

16 Jan, 2026

Hadits Shahih Muslim No. 2520 | Kitab Nikah

صحيح مسلم ٢٥٢٠: و حَدَّثَنِي مُحْرِزُ بْنُ عَوْنِ بْنِ أَبِي عَوْنٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُنْكَحَ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا أَوْ خَالَتِهَا أَوْ أَنْ تَسْأَلَ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَكْتَفِئَ مَا فِي صَحْفَتِهَا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ رَازِقُهَا

Shahih Muslim 2520: Telah menceritakan kepadaku Muhriz bin ‘Aun bin Abi ‘Aun telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Daud bin Abi Hind dari [Ibnu Sirin](https://biografi.lilmuslimin.com/muhammad-bin-sirin-maula-anas-bin-malik ““Muhammad bin Sirin, maula Anas bin Malik””) dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang seorang wanita dipoligami dengan bibinya sekaligus (baik dari saudara ayah atau ibu), dan melarang seorang istri meminta kepada suaminya supaya menceraikan madunya agar seluruh kebutuhannya terpenuhi, karena Allah Azza Wa Jalla yang akan memberi rizqi kepadanya.