Hadits Shahih Muslim No. 2614 | Bolehnya ghilah, yaitu menyetubuhi wanita saat masa menyusui anak

16 Jan, 2026

Hadits Shahih Muslim No. 2614 | Kitab Nikah

صحيح مسلم ٢٦١٤: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمَقْبُرِيُّ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ حَدَّثَنِي عَيَّاشُ بْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ أَبَا النَّضْرِ حَدَّثَهُ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ أَخْبَرَ وَالِدَهُ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أَعْزِلُ عَنْ امْرَأَتِي فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ تَفْعَلُ ذَلِكَ فَقَالَ الرَّجُلُ أُشْفِقُ عَلَى وَلَدِهَا أَوْ عَلَى أَوْلَادِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ ذَلِكَ ضَارًّا ضَرَّ فَارِسَ وَالرُّومَ و قَالَ زُهَيْرٌ فِي رِوَايَتِهِ إِنْ كَانَ لِذَلِكَ فَلَا مَا ضَارَ ذَلِكَ فَارِسَ وَلَا الرُّومَ

Shahih Muslim 2614: Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Numair dan Zuhair bin Harb sedangkan lafazh dari Ibnu Numair, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid Al Maqburi](https://biografi.lilmuslimin.com/abdullah-bin-yazid-maula-al-aswad-bin-sufyan ““Abdullah bin Yazid, maula Al Aswad bin Sufyan “”) telah menceritakan kepada kami Haiwah telah menceritakan kepadaku Ayyasy bin Abbas bahwasannya Abu Nadlr telah menceritakan kepadanya dari Amir bin Sa’ad bahwasannya Usamah bin Zaid mengabarkan kepada ayahnya Sa’d bin Abu Waqash bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Sesungguhnya saya telah melakukan azl terhadap istriku (yang sedang menyusui). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Kenapa kamu lakukan hal itu?” laki-laki tersebut menjawab: Saya kasihan terhadap anaknya atau anak-anaknya (khawatir jika anaknya menjadi cacat). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya hal itu membahayakan, niscaya telah membahayakan orang-orang Persia dan Romawi.” Zuhair berkata dalam riwayatnya: “Jika hal itu terjadi, niscaya hal itu juga telah membahayakan orang-orang Persia dan Romawi.”