Hadits Shahih Muslim No. 2907 | Menjual buah yang berpenyakit
Hadits Shahih Muslim No. 2907 | Kitab Pengairan
صحيح مسلم ٢٩٠٧: حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى تُزْهِيَ قَالُوا وَمَا تُزْهِيَ قَالَ تَحْمَرُّ فَقَالَ إِذَا مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ فَبِمَ تَسْتَحِلُّ مَالَ أَخِيكَ
Shahih Muslim 2907: Telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Malik dari Humaid At Thawil dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjual buah-buahan sampai tampak matang." Para sahabat bertanya, “Bagaimana terlihat matangnya?” Beliau menjawab: “Hingga memerah.” Beliau melanjutkan: “Jika Allah mencegah buah tersebut (belum matang), maka atas dasar apakah kamu menghalalkan harta saudaramu?”