Hadits Shahih Muslim No. 2955 | Halalnya upah dari usaha bekam
Hadits Shahih Muslim No. 2955 | Kitab Pengairan
صحيح مسلم ٢٩٥٥: حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِعَبْدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ حَجَمَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدٌ لِبَنِي بَيَاضَةَ فَأَعْطَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْرَهُ وَكَلَّمَ سَيِّدَهُ فَخَفَّفَ عَنْهُ مِنْ ضَرِيبَتِهِ وَلَوْ كَانَ سُحْتًا لَمْ يُعْطِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Shahih Muslim 2955: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abdullah bin Humaid dan ini adalah lafadz Abd, keduanya berkata: telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari ‘Ashim dari Asy Sya’bi dari Ibnu Abbas dia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibekam oleh seorang budak kepunyaan Bani Bayadlah, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan upah kepadanya dan menganjurkan kepada tuannya supaya meringankan tugas kewajibannya. Andaikata usaha bekam itu haram, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan upah kepadanya.”