Hadits Shahih Muslim No. 315 | Dalil bahwa orang yang mati dalam kekafiran amalannya tidak bermanfaat

16 Jan, 2026

Hadits Shahih Muslim No. 315 | Kitab Iman

صحيح مسلم ٣١٥: حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ دَاوُدَ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ قَالَ لَا يَنْفَعُهُ إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

Shahih Muslim 315: Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafs bin Ghiyats dari Dawud dari asy-Sya’bi dari Masruq dari Aisyah dia berkata: “Saya berkata: ‘Wahai Rasulullah, Ibnu Jud’an (kerabatnya) pada masa jahiliyyah selalu bersilaturrahim dan memberi makan orang miskin. Apakah itu memberikan manfaat untuknya? ’ Beliau menjawab: ‘Tidak. Itu tidak memberinya manfaat, karena dia belum mengucapkan, ‘Rabbku ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan’.”