Hadits Shahih Muslim No. 3463 | Sunnahnya berbaiat kepada pemimpin pasukan saat akan mulai peperangan

16 Jan, 2026

Hadits Shahih Muslim No. 3463 | Kitab Kepemimpinan

صحيح مسلم ٣٤٦٣: و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْمَخْزُومِيُّ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَتَاهُ آتٍ فَقَالَ هَا ذَاكَ ابْنُ حَنْظَلَةَ يُبَايِعُ النَّاسَ فَقَالَ عَلَى مَاذَا قَالَ عَلَى الْمَوْتِ قَالَ لَا أُبَايِعُ عَلَى هَذَا أَحَدًا بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Shahih Muslim 3463: Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Al Mahzumi telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Yahya dari ‘Abbad bin Tamim dari Abdullah bin Zaid dia berkata: “Seseorang datang kepadanya seraya berkata: “Itu dia Ibnu Hanzhalah yang membaiat orang-orang.” Maka Abdullah bin Zaid berkata: “Atas apakah dia di bai’at?” dia menjawab, “Atas kematian.” Abdullah berkata: “Saya tidak akan berbai’at untuk mati lagi kepada seorang pun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”