Hadits Shahih Muslim No. 3705 | Larangan membuat perasan nabidz dalam muzaffat, dubba`, hantam dan naqir
Hadits Shahih Muslim No. 3705 | Kitab Minuman
صحيح مسلم ٣٧٠٥: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَسُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ مَنْصُورِ بْنِ حَيَّانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُمَا شَهِدَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ
Shahih Muslim 3705: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Suraij bin Yunus dan ini adalah lafadz Abu Bakar, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah dari Manshur bin Hayyan dari Sa’id bin Jubair dia berkata: “Saya bersaksi atas Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, bahwa keduanya pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menggunakan Ad Duba`, Al Hantam, Al Muzaffat dan An Naqir.”