Hadits Shahih Muslim No. 3708 | Larangan membuat perasan nabidz dalam muzaffat, dubba`, hantam dan naqir
Hadits Shahih Muslim No. 3708 | Kitab Minuman
صحيح مسلم ٣٧٠٨: و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ قَالَ فَقَالَ قَدْ زَعَمُوا ذَاكَ قُلْتُ أَنَهَى عَنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَدْ زَعَمُوا ذَاكَ
Shahih Muslim 3708: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dia berkata: “saya berkata kepada Ibnu Umar, “(Apakah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang perasan dalam bejana yang terbuat dari tembikar?” Tsabit berkata: “Ibnu Umar menjawab, “Para sahabat memahaminya seperti itu.” Maka saya bertanya, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam betul-betul melarangnya?” Dia menjawab, “Para sahabat memahaminya seperti itu.”