Hadits Shahih Muslim No. 3712 | Larangan membuat perasan nabidz dalam muzaffat, dubba`, hantam dan naqir
Hadits Shahih Muslim No. 3712 | Kitab Minuman
صحيح مسلم ٣٧١٢: حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ طَاوُسًا يَقُولُا كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ ابْنِ عُمَرَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ أَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ وَالدُّبَّاءِ وَالْمُزَفَّتِ قَالَ نَعَمْ
Shahih Muslim 3712: Telah menceritakan kepada kami Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Ibrahim bin Maisarah bahwa dia mendengar Thawus berkata: “Saya duduk di samping Ibnu Umar, tiba-tiba datang seorang laki-laki seraya berkata: “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang perasan nabidz dalam bejana yang terbuat dari tembikar, Ad Dubba’ dan Al Muzaffat?” Dia menjawab, “Ya.”