Hadits Shahih Muslim No. 3744 | Bolehnya perasan nabidz jika belum bereaksi
Hadits Shahih Muslim No. 3744 | Kitab Minuman
صحيح مسلم ٣٧٤٤: حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ يَعْنِي ابْنَ الْفَضْلِ الْحُدَّانِيَّ حَدَّثَنَا ثُمَامَةُ يَعْنِي ابْنَ حَزْنٍ الْقُشَيْرِيَّ قَالَ لَقِيتُ عَائِشَةَ فَسَأَلْتُهَا عَنْ النَّبِيذِ فَدَعَتْ عَائِشَةُ جَارِيَةً حَبَشِيَّةً فَقَالَتْ سَلْ هَذِهِ فَإِنَّهَا كَانَتْ تَنْبِذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ الْحَبَشِيَّةُ كُنْتُ أَنْبِذُ لَهُ فِي سِقَاءٍ مِنْ اللَّيْلِ وَأُوكِيهِ وَأُعَلِّقُهُ فَإِذَا أَصْبَحَ شَرِبَ مِنْهُ
Shahih Muslim 3744: Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh telah menceritakan kepada kami Al Qasim -yaitu Ibnu Fadl Al Huddani- telah menceritakan kepada kami Tsumamah -yaitu Ibnu Hazn Al Qusyairi- dia berkata: saya menemui ‘Aisyah dan menanyakan kepadanya mengenai nabidz, lantas ‘Aisyah memanggil pelayannya dari negeri Habsyi. ‘Aisyah lantas berkata: “Tanyakanlah kepadanya, karena dialah yang biasa membuatkan perasan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas pelayan dari negeri Habsyi itu menjawab, “Saya biasa membuatkan perasan untuk beliau dalam wadah air minum, kemudian saya mengikatnya dan menggantungkannya, lalu beliau meminumnya ketika datang waktu pagi.”