Hadits Shahih Muslim No. 3745 | Bolehnya perasan nabidz jika belum bereaksi
Hadits Shahih Muslim No. 3745 | Kitab Minuman
صحيح مسلم ٣٧٤٥: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ عَنْ يُونُسَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نَنْبِذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سِقَاءٍ يُوكَى أَعْلَاهُ وَلَهُ عَزْلَاءُ نَنْبِذُهُ غُدْوَةً فَيَشْرَبُهُ عِشَاءً وَنَنْبِذُهُ عِشَاءً فَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً
Shahih Muslim 3745: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mutsanna Al Anazi telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Ats Tsaqafi dari Yunus dari Al Hasan dari Ibunya dari ‘Aisyah dia berkata: “Kami biasa membuat perasan untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam air minum yang bertali di atasnya, kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya di pagi hari.”