Hadits Shahih Muslim No. 5322 | Larangan memberi pujian jika dikhawatirkan akan menjadi fitnah

16 Jan, 2026

Hadits Shahih Muslim No. 5322 | Kitab Zuhud dan Kelembutan Hati

صحيح مسلم ٥٣٢٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى جَمِيعًا عَنْ ابْنِ مَهْدِيٍّ وَاللَّفْظُ لِابْنِ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ قَالَ قَامَ رَجُلٌ يُثْنِي عَلَى أَمِيرٍ مِنْ الْأُمَرَاءِ فَجَعَلَ الْمِقْدَادُ يَحْثِي عَلَيْهِ التُّرَابَ وَقَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَحْثِيَ فِي وُجُوهِ الْمَدَّاحِينَ التُّرَابَ

Shahih Muslim 5322: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al Mutsanna semuanya dari Ibnu Mahdi dan teksnya milik Ibnu Al Mutsanna keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Habib dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Seseorang berdiri memuji salah seorang amir lalu Al Miqdad menaburkan tanah padanya dan berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah dimuka orang yang memuji-muji.