Hadits Shahih Muslim No. 564 | Dalil bahwa tidurnya orang yang duduk tidak membatalkan wudhu
Hadits Shahih Muslim No. 564 | Kitab Haid
صحيح مسلم ٥٦٤: حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ ح و حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ أَنَسٍ قَالَ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَجِيٌّ لِرَجُلٍ وَفِي حَدِيثِ عَبْدِ الْوَارِثِ وَنَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنَاجِي الرَّجُلَ فَمَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ حَتَّى نَامَ الْقَوْمُ
Shahih Muslim 564: Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ulayyah –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abdul Warits keduanya meriwayatkan dari Abdul Aziz dari Anas dia berkata: “Shalat diiqamatkan, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membisiki seorang laki-laki.” Dan dalam hadits Abdul Warits, “Dan Nabi Allah membisiki seorang laki-laki, lalu beliau tidak mendirikan shalat hingga kaum tersebut tertidur.”