Hadits Shahih Muslim No. 565 | Dalil bahwa tidurnya orang yang duduk tidak membatalkan wudhu

16 Jan, 2026

Hadits Shahih Muslim No. 565 | Kitab Haid

صحيح مسلم ٥٦٥: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنَاجِي رَجُلًا فَلَمْ يَزَلْ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَامَ أَصْحَابُهُ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى بِهِمْ

Shahih Muslim 565: Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Muadz al-‘Anbari telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dia mendengar Anas bin Malik berkata: “Shalat telah diiqamatkan, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membisiki seorang laki-laki, lalu beliau terus membisikinya hingga para sahabatnya tertidur, lalu beliau datang dan shalat mengimami mereka.”