Hadits Shahih Muslim No. 567 | Dalil bahwa tidurnya orang yang duduk tidak membatalkan wudhu
Hadits Shahih Muslim No. 567 | Kitab Haid
صحيح مسلم ٥٦٧: حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ أُقِيمَتْ صَلَاةُ الْعِشَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ لِي حَاجَةٌ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَامَ الْقَوْمُ أَوْ بَعْضُ الْقَوْمِ ثُمَّ صَلَّوْا
Shahih Muslim 567: Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Sa’id bin Shakhr ad-Darimi telah menceritakan kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Anas bahwasanya dia berkata: “Shalat Isya’ telah diiqamatkan, lalu seorang laki-laki berkata: ‘Aku mempunyai keperluan.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membisikinya hingga para sahabatnya tertidur, atau sebagian sahabatnya. Kemudian mereka shalat (berjama’ah) ‘.”